PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK MELALUI EDUKASI DAN SOSIALISASI BANK SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT
DOI:
https://doi.org/10.54199/871xba13Keywords:
Education, Socialization, Waste Management, Waste Bank, PKK Group.Abstract
This activity aims to provide education and socialization of community-based waste management through waste banks to PKK group mothers in RT 15 RW 5 Kutowinangun Lor, Tingkir, Salatiga City. Education and socialization activities are carried out through presentations by speakers from the Salatiga Waste Bank (BSI), as well as discussions and simulations. The target of this Community Service activity is the PKK group mothers in RT 15 RW 5 Kutowinangun Lor, Tingkir, Salatiga City. Through this education and socialization activity, it is hoped that the PKK group mothers in this RT will be able to manage their waste optimally and begin to be disciplined in selecting and sorting household waste, so that the waste bank program in this RT can be realized for environmentally friendly waste. Waste banks are one of the local government programs in the context of environmentally friendly waste. Through this activity, it is hoped that it can foster awareness and joint commitment for PKK group mothers in selecting and sorting waste with the 3R concept. The follow-up to this education and socialization activity is ongoing assistance so that the assistance participants can truly sort waste independently as an alternative to increasing family economic income.
References
[1] Adriansyah, A. A., Firdausi, N., & Saadah, N. (2020). Sosialisasi pengelolaan sampah melalui pemberdayaan peran ibu ibu PKK di Desa Matajih kecamatan pademawu kabupaten pamekasan. DIFUSI IPTEK: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat., 5(2), 23–32.
[2] Afifi, Z., & Wijayanti, S. (2022). Pendampingan pengelolaan bank sampah pada kelompok PKK di Desa Barito. JURPIKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 443–339.
[3] Agusrina, Y., & Purwati. (2020). Pelatihan pengelolaan bank sampah untuk meningkatkan pendapatan pada ibu-ibu rumah tangga di kelurahan ngeluk kabupaten grobogan. DIMASTIK: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 30–38.
[4] Delmira, S. (2013). Bank sampah: mekanisme pendorong perubahan dalam kehidupan masyarakat. Ilumanus, XII(2), 155–167.
[5] Dirjen Cipta Karya, (2011).
[6] Donna, A., & Heruman, H. (2016). Bank sampah sebagai alternatif strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Tasikmalaya. Jurnal Manusia Dan Lingkungan, 23(1), 136–141.
[7] Irdiana, S., Supriatna, Y., & Putri, N. latifa isnaini. (2022). Peningkatan pendapatan ibu-ibu rumah tangga melalui bank sampah. E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 2022.
[8] Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI No 13 Tahun 2012 Tentang Bank Sampah, (2012).
[9] Peraturan Pemerintah No 81 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan bank sampah rumah tangga dan sampaah sejenis., (2012).
[10] Purwanto. (2017). Pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat sebagai alternatif meningkatkan ekonomi warga RT 4 RW 9 cikarang utara bekasi. Academics in Action Journal, 1(1), 27–27.
[11] Puspita, M. E., Pramono, J., Magrisa, A., & Lathifatul, D. N. (2024). Pemberdayaan kelompok PKK melalui program bank sampah di RT 06 RW 13 Mangunsari. Joong-Ki: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), 440–460.
[12] Saputra, T., Nurpeni, & Astuti, W. (2022). Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di bank sampah. Jurnal Kebijakan Publik, 13(3), 246–251.
[13] Saputro, Y. E., Kismartini, & Syafrudin. (2015). Pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui bank sampah. Indonesian Journal of Conservation, 4(1), 83–94.
[14] Tchobanoglus. (1993). Integrated Solid Waste Management. Mc. Grwa Hill Kogakusha. Ltd.
[15] Undang-Undang No 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.


















